CARA MEMUPUK GEMAR MEMBACA

Oleh Chindy Vionariska, A.Md

layanan internet

“Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia, yang mengajar manusia dengan qalam (pena)”.

Banyak siswa yang mulai menyadari pentingnya membaca di era global ini. Buktinya seringnya mereka hadir di perpustakaan merupakan catatan positif yang luar biasa. Mungkin ini dampak dari munculnya slogan di mana-mana yang mengajak para siswa gemar membaca. Dengan membaca diharapkan para siswa memiliki wawasan luas tentang kehidupan dan alam semesta.

Kondisi positif ini kalau dibarengi dengan upaya aplikatif di sekolah, hasilnya akan lebih optimal. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh sekolah, yaitu:

  • Penciptaan atmosfir kelas yang mendukung dengan menempel pajangan hasil karya        siswa dengan rapi serta slogan-slogan ajakan agar siswa gemar membaca.
  • Penyediaan buku-buku bacaan yang memadai, baik dari segi kuantitas judul buku maupun kualitas buku di perpustakaan dan setiap ruang kelas. Penciptaan antusiasme pada setiap individu siswa terhadap pentingnya membaca buku dan berbagai sumber ilmu lainnya.
  • Pemanfaatan kegiatan membaca sebagai alat untuk belajar seluruh bidang studi yang diampu oleh masing-masing guru.
  • Pesan-pesan edukatif yang disampaikan dengan gaya anak muda terpampang di setiap sudut-sudut ruangan.
  • Nukilan episode sebuah cerita selalu ada dalam mading sehingga menarik minat  siswa untuk membaca.
  • Rak buku yang dipajang rapi dan menarik untuk dieksplorasi isinya dengan ditampilkan laksana “gedung bioskop” atau”gedung teater”.
  • Ada informasi mengenai kehebatan para penulis beserta karya-karya penulis nasional maupun internasional di perpustakaan maupun di mading.
  • Ada poster berisi cuplikan isi buku baru dan laku keras di masyarakat.
  • Ada display/pajangan atau informasi buku‑buku baru dan bestseller dengan gaya yang atraktif di perpustakaan.
  • Tersedia tempat baca buku lesehan di sekolah, misalnya di beranda mushalla atau di     depan‑depan kelas.
  • Tersedia ruangan khusus dengan satu atau dua komputer yang berisi permainan seputar perbukuan, kepenulisan, dan penulis.

siswa gemar bacaSiswa juga perlu melakukan sesuatu agar dapat menumbuhkan dan selanjutnya meningkatkan minat bacanya, yaitu: 1) Yakin bahwa gemar membaca merupakan hal yang terbaik untuk dapat bersaing di era global, 2) memiliki niat yang tulus untuk membaca, 3) library visit, seringlah mendatangi perpustakaan setiap ada waktu luang, 4) menambah wawasan dengan menyisihkan uang lebih untuk membeli buku, minimal satu buku setiap bulannya, bukan membeli pulsa, 5) mulailah membaca sebuah buku dengan membaca daftar isinya terlebih dahulu, 6) catatlah setiap ada informasi penting dari buku yang dibaca, dan 7) having funs with book, bersenang‑senang dengan buku, dan 8) Book talks, atau ceritakan atau sampaikan informasi yang telah diperoleh setelah membaca buku kepada teman, begitu juga sebaliknya.

Ketika akan membeli sebuah buku, carilah buku yang sesuai dengan tingkat perkembangan psikologi, pengetahuan, dan bahasa calon pembaca. Pilihlah buku yang membicarakan masalah yang aktual dan bermanfaat. Pemenuhan kriteria di atas dapat dilakukan dengan memperhatikan format buku, cara penulisan, cara penyajian, bahasa yang digunakan, dan isi bacaan.

koleksi bukuKetika minat baca sudah tumbuh, tingkatkan kemampuan membaca efektif agar lebih optimal. Beberapa kiat yang dapat dilakukan adalah berlatihlah menggerakkan mata dengan leluasa dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan atau sebaliknya; meningkatkan kemampuan mengingat dengan mencoba mengingat kembali kalimat atau ide pokok setiap paragraf yang telah dibaca; berlatih membaca cepat setiap Surat kabar yang ada dengan cara memahami letak isi utama setiap jenis tulisan, misalnya untuk berita pada lead berita; selalu memegang buku dan fulpen di mana saja berada dengan membaca daftar isi setiap buku, dan lakukan kegiatan membaca buku yang telah dipilih setelah membaca daftar isinya setiap ada kesempatan.

Demikian kiat yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa dan diharapkan nantinya para siswa bisa menjadi orang-orang maniak buku yang akhirnya memiliki keinginan untuk mengungkapkan kembali yang dibacanya dalam bentuk tulisan sehingga ia bisa menjadi seorang penulis.Tak ada orang yang bisa menulis bila tak suka membaca.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s