Peran Ibu dalam Meningkatkan Budaya Baca di Indonesia

Peran Ibu dalam Meningkatkan Budaya Baca di Indonesia

Seorang ibu rumah tangga terlihat sangat rajin meminjam buku untuk anak-anaknya, ini terlihat setiap sebuah perpustakaan keliling yang dimiliki YPPI mengunjungi beberapa kampung yang tersebar di wilayah Surabaya. Sebuah suasana yang membanggakan tentang sebuah kesadaran dari seorang ibu rumah tangga untuk mengenalkan budaya minat baca untuk anak mereka. Saat bangsa ini sedang bingung dalam mencari solusi untuk mengkampanyekan budaya minat baca di masyarakat Indonesia, ternyata sesungguhnya, setiap ibu rumah tangga di negeri ini memiliki peran dan fungsi serta potensi yang teramat sangat luar biasa untuk memberi kontribusi nyata dalam mengembangkan budaya minat baca di masyarakat kita.

Tidaklah berlebihan ketika ada orang mengatakan bahwa peran ibu rumah tangga dalam keluarga memiliki posisi yang teramat sangat strategis untuk mengenalkan budaya baca. Kita tentunya masih ingat kisah dari mendiang istri mantan perdana menteri Singapura yang namanya begitu terkenal dalam ikut memajukan Singapura dalam kancah persaingan bisnis dunia, ternyata memiliki kesadaran yang luar biasa dalam menanamkan budaya baca kepada anak cucunya.

Perpustakaan Keluarga Mutlak Dibutuhkan !

Untuk bicara kampanye minat baca di Indonesia harus dimulai dari rumah dan keluarga kita masing-masing. Cara sederhananya adalah dengan membuat perpustakaan keluarga. Fungsi dari perpustakaan keluarga ini tentunya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap keluarga. Dalam proses ini, peran dan fungsi seorang ibu teramat sangat dibutuhkan. Cara sederhana untuk mengawali pembuatan perpustakaan keluarga cukup sederhana, contoh kecil misalnya buatlah anggaran misalnya sekitar 2,5% -10% dari pendapatan keluarga diinvestasikan untuk membeli buku untuk menopang perpustakaan keluarga. Ide seperti ini mungkin bisa berjalan dan dilakukan untuk ibu rumah tangga yang memiliki penghasilan menengah keatas (tapi belum tentu juga). Seandainya ini bisa berjalan disetiap keluarga diseluruh Indonesia, tidakkah ini sebuah usaha yang luar biasa dari seorang ibu rumah tangga?

Solusi untuk Ibu (keluarga) Kurang Mampu

Kegiatan Rutin YPPI mendatangi warga untuk kampanye budaya baca (Foto: Ari Es)

Ide terkait pembuatan perpustakaan keluarga mungkin dianggap hanya bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga (keluarga) dengan pendapatan menengah keatas walaupun ini juga tidak menjamin. Justru terkadang seorang Ibu rumah tangga yang memiliki penghasilan rendah tapi memiliki kesadaran tinggi terkait minat baca, mereka justru bisa melakukannya. Untuk mereka yang termasuk dalam kategori ibu rumah tangga (keluarga) kurang mampu tetap saja bisa melakukan perannya dalam memajukan budaya minat baca khususnya dalam keluarga mereka masing-masing. Caranya bisa dengan mengajak anak-anak mereka ke perpustakaan umum terdekat untuk mengenalkan dan membiasakan budaya baca. Hal ini tentunya tidak perlu dilakukan setiap hari tapi bisa dengan dimulai misalnya dihari-hari libur atau seminggu sekali sampai dua kali. Saya pikir masih terlalu banyak ide dan cara untuk melakukan peran seorang Ibu dalam mengkampanyekan budaya baca khususnya dalam keluarga mereka.

Tentunya terlalu sering kita mendengar bahwa untuk melakukan kampanye minat baca tidak harus dan selalu melalui acara-acara besar, namun dimulai dari keluarga masing-masing di seluruh negeri ini juga merupakan sebuah cara dan solusi yang tepat untuk memajukan budaya baca dimasyarakat kita.

Seorang ibu dalam sebuah rumah tangga memiliki kewajiban untuk mendidikan anak mereka masing-masing. Mengenalkan budaya minat baca sejak dini kepada anak juga harus jadi bagian dalam kehidupan berumah tangga. Jika ini dilakukan oleh setiap Ibu rumah tangga di seluruh Indonesia, tentunya ini sebuah kemajuan yang luar biasa untuk sebuah bangsa bernama Indonesia. Pertanyaan terakhir, Kapan kita mewujudkan ini semua ?

Selamat Hari Ibu 22 Desember 2010 untuk seluruh Ibu (rumah tangga) diseluruh Indonesia. Semoga menjadi Ibu yang selalu dibanggakan oleh suami dan anak-anak tercinta serta terus meningkatkan peran dan fungsi sebagai Ibu rumah tangga termasuk dalam mengkampanyekan budaya baca di Indonesia khususnya dimulai dari keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s