PERPUSTAKAAN LAPAS

DSCN7078

Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Lumajang kini sedang bergembira. Terhitung mulai 21 Juli 2010 mereka memperoleh fasilitas baru berupa Sistem Paket. Sedangkan ruang bacanya sendiri sudah ada sejak tahun 1990-an dengan jumlah koleksi 100 buku. Total sekarang ada sebanyak kurang lebih 250 judul buku yang tersedia bagi warga binaan di Lapas. Buku yang didapat juga ada pemberian dari Dinas Kehutanan dan Dinas Pertanian, mantan warga binaan, dan petugas Lapas sendiri.

Layanan perpustakaan warga binaan Lapas itu disediakan atas kerjasama Lapas Lumajang dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang dalam bentuk Sistem Paket sebanyak 50 eksemplar.

Bagian pembinaan Lapas Lumajang Martono dan KASI Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (MINKAMTIB) Faudi Anwar S. mengatakan, layanan perpustakaan juga akan dilengkapi ruang baca di Lapas. Selain itu, pihaknya juga menyediakan tempat penyimpanan buku-buku dalam ruangan berukuran 10×15 meter.

“Selain menyediakan ruang baca yang ditempatkan di ruang serba guna, kami juga menyiapkan lemari penyimpanan,” kata Faudi.

perpustakaan lumajang

Dijelaskan Faudi, pemasyarakatan di Lapas tidak bisa dilakukan oleh Lapas sendiri. Melainkan perlu partisipasi semua elemen masyarakat. Ke depan lanjut Faudi, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan sekolah maupun perusahaan swasta yang ada di sekitar Lumajang. Ada beberapa sekolah yang sudah mengunjungi Lapas sebagai sarana belajar, misalnya SMP AL-Ikhlas, SMP Katolik, SD Katolik dan SD Islam.

Saat ini tambah Faudi, program pembinaan bagi warga binaan Lapas dilakukan setiap Senin – Sabtu pukul 07.00 – 09.00 WIB dengan dilayani oleh 2 warga binaan Lapas di gedung serba guna. Buku yang dibaca bisa dibawa ke kamar atas seijin petugas. Dengan perpustakaan, diharapkan bisa menambah wawasan warga binaan.

“Biar saat keluar dari Lapas suatu saat nanti, ada tambahan wawasan yang didapat sekaligus dapat memberantas buta huruf dan aksara karena ada 10 warga binaan yang buta huruf. Hal ini juga mendukung program kegiatan Pemberantasan Buta Huruf – Keaksaraan Fungsional (PBH – KF). Jadi, usaha pemasyarakatan di Lapas itu ada hasilnya,” jelas Faudi. Selain itu, dengan adanya perpustakaan akan mengurangi kejenuhan warga binaan dan mengembangkan kemampuan (skill). Hasil implementasi dari membaca buku adalah mampu membuat kesed, paving, dan batako. Untuk alat dan mesin mendapat bantuan dari pemerintah.

Untuk upaya yang terakhir, buku-buku pada perpustakaan akan selalu diganti. “Setidaknya 2 minggu sekali, Lapas mengambil buku sistem paket perpustakaan dan mengganti buku-buku yang telah dibaca dengan buku-buku baru,” terang Faudi.

Warga binaan pun merespon positif upaya ini. Musa, salah satu warga binaan mengaku senang dengan layanan perpustakaan itu. Tiap pagi, dia dan warga binaan yang lain ramai-ramai mendatangi ruang baca di ruang serba guna dan mencari judul buku yang mereka sukai.
Penulis : CHINDY VIONARISKA, A.Md

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s