JAJANAN DI HALAMAN SEKOLAH

Oleh : Chindy V.

Di depan sekolah banyak orang luar berjualan makanan yang kesehatannya dipertanyakan. Melarang kemauan anak untuk jajan di halaman sekolah susah sekali apalagi masih TK dan SD. Siapalah yang tak tergoda dengan makanan murah meriah, manis, asam, atau gurih, harum yang warnanya aduhai. Jangankan anak-anak, orang tua pun kadang terlihat ikut antre di sekitar gerobak penjajanya di gerbang sekolah. Padahal, sudah jadi rahasia umum, di balik penganan dan minuman menggiurkan itu ada bahaya besar yang mengancam kesehatan.

BPOM menyeburkan 31,8 persen makanan dan minuman jajanan yang dijual di lingkungan sekolah dasar mengandung bahan berbahaya. Berdasarkan Riskesdas 26,4 persen anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama menderita anemia gizi. Salah satunya disebabkan kebiasaan jajan penganan-penganan yang mengenyangkan, tapi miskin gizi.

Data Persatuan Ahli Gizi Medik Indonesia (PDGMI) menunjukkan jajanan sekolah hanya menyumbang 30 persen karbohidrat, 25 persen protein, dan 52 persen zat besi. Oleh karena itu penting bagi orang tua dan sekolah untuk selalu mengawasi kantin sekolah atau penjaja makanan di luar sekolah.

Peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) amat diperlukan. UKS sebagai wadah lintas sektor sangat strategis menjadi garda terdepan untuk menghadang bahaya yang mengancam kesehatan siswa lewat jajanan ini. UKS punya tim Pembina. Salah satu tugasnya memberikan pembinaan sarana keteladanan gizi. Tim pembina dapat berdiskusi dengan para penyedia jajanan di sekolah mengenai keuntungan yang sama-sama bisa didapat ketika menjual jajanan yang bergizi dan higienis kepada anak sekolah, namun rasanya tetap enak, menarik, dan tentu saja murah.

Sekolah bersama tim dapat memberikan aturan, kriteria, atau menyeleksi jajanan yang boleh dijual di sekitar lingkungan sekolah. Semua ini memang pada akhirnya akan memaksa penyedia jajanan untuk kreatif menciptakan atau memilih penganan dan minuman yang dijual. Pembina UKS memberikan penyuluhan yang sifatnya interaktif dengan menunjukkan manfaat yang siswa dapatkan, terutama untuk menunjang kegiatan belajarnya, ketika mengonsumsi jajanan yang sehat.

Memang dibutuhkan sumber daya yang mencukupi untuk melakukan pembinaan ini, namun investasi yang ditanamkan untuk menciptakan sumber daya yang memadai akan sebanding dengan hasilnya, yakni terciptanya generasi penerus yang sehat dan cerdas karena asupan gizi yang seimbang. Maka orang tua-guru-pembina UKS-kantin sekolah wajib berupaya menyediakan jajanan sehat untuk siswanya agar wali murid merasa tenang dan nyaman. (**)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s